𝕬𝖉𝖆 𝕿𝖎𝖌𝖆 𝕶𝖆𝖙𝖆 𝖄𝖆𝖓𝖌 𝕯𝖎𝖌𝖚𝖓𝖆𝖐𝖆𝖓 𝕬𝖑 𝕼𝖚𝖗'𝖆𝖓 𝕯𝖆𝖑𝖆𝖒 𝕶𝖔𝖓𝖙𝖊𝖐𝖘 𝕶𝖊𝖙𝖊𝖑𝖆𝖉𝖆𝖓𝖆𝖓
(Ú§wåh, QµÐwåh, Ðåñ ̆†ïßåå')
Oleh : Prof. DR. KH. Quraisy Syihab
✯͜͡❂⊱1)• Upaya Meneladani Sosok Orangnya.
(لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ | Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu {QS. Al Ahzab : 021/ 21})
Mengikuti sosok Nabi Muhammad -ﷺ- pada kegiatannya, sunnahnya, gerak geriknya, dan langkah langkahnya, ada keteladanan yang bisa diambil.
✯͜͡❂⊱2)• Meneladani Kandungan Petunjuk Bukan Sosok Orangnya.
(أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ | Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. {QS. Al An'am : 006/ 90}).
Nabi Muhammad -ﷺ- dan ummatnya tidak diperintahkan untuk meneladani Nabi Nabi terdahulu, karena Nabi Nabi terdahulu mempunyai uswah (keteladanan) yang tidak boleh ditirukan oleh Nabi Muhammad dan ummatnya.
Contoh : Tidak boleh mengikuti Nabi Ibrahim yang tetap mendoakan ayahnya setelah jelas ayahnya tidak mungkin mau beriman.
Allah Ta'ala berfirman :
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۖ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ.
(سورة الممتحنة : ٠٦٠/ ٤).
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali".
(QS. Al Mumtahanah : 060/ 4).
Contoh kedua : Tidak boleh mengikuti Nabi Musa menarik jenggot saudaranya Nabi Harun.
Allah Ta'ala berfirman:
قَالَ يَا ابْنَ أُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِي وَلَا بِرَأْسِي ۖ إِنِّي خَشِيتُ أَن تَقُولَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِي﴾
[سورة طه: ٠١٦/ ٩٤]
Harun menjawab' "Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): "Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku". [QS. TaHa: 016/ 94]
Dll.
✯͜͡❂⊱3)• Bersungguh Sungguh Mengikuti, Setelah Bersungguh Sungguh Meneliti Dan Memahami Sebelumnya.
(فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ | Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya terang yang diturunkan bersamanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang beruntung. {QS. Al An'am : 007/ 157})
Setelah bersungguh sungguh dan memahami apa yang dilakukan Rasulullah -ﷺ- kemudian baru mengikutinya, dan tidak boleh mengikuti apa yang menjadi khusushiyyah Rasulullah -ﷺ-, seperti boleh beristri lebih dari 4.
✯͜͡❂⊱•أَلحَمْدُ لِلّـهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتُمُّ الصّالِحَاتُ✯͜͡❂⊱•
•._.••´¯``•.¸¸.•` 🎀 ӄʀǟɖɛռǟռ ֆɛʟǟȶǟռ
ֆʀʊʍɮʊռɢ
ʍǟɢɛʟǟռɢ
🎀 `•.¸¸.•``¯´••._.•
٧ جمادى الثاني ١٤٤٦ هـ
09 ໓ēŞē๓๖ēr 2024 ๓
