فضائل من ألَّذِي يمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ | KEUTAMAAN-KEUTAMAAN ORANG YANG MAMPU MENAHAN EMOSI KETIKA MARAHAllah Subhanahu wa Ta’ala mem
uji mereka orang-orang yang mampu menahan atau mengendalikan amarahnya :
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133)
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (134)
Be quick in the race for forgiveness from your Lord, and for a Garden whose width is that (of the whole) of the heavens and of the earth, prepared for the righteous,-Those who spend [for the sake of Allah], whether in prosperity, or in adversity; who restrain anger, and pardon people's wrongs;- for Allah loves those who do good.
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
{QS. Ali Imron 3 / 133-134}
Dan Allah Ta’ala berfirman :
وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ على أَلاَّ تَعْدِلُوْا اِعْدِلُوْا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى
And let not the enmity and hatred of others make you avoid justice. Be just: that is nearer to piety,
“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”
{QS. Al-Maaidah : 8}.
Dalam sebuah hadits yang shahih dikatakan :
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَعَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ قَالَا كِلَاهُمَا قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ.
{رواه مسلم برقم :2609، 4723}
Abu Huraira reported: The Messenger of Allah, peace and blessings be upon him, said:
The strong are not the wrestlers. Verily, the strong are only those who control themselves when they are angry.
{Source: Sahih Muslim 2609, 4723, Grade: Sahih}
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan 'Abdul A'laa bin Hammad keduanya berkata; keduanya telah aku bacakan di hadapan Malik dari Ibnu Syihab dari Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang paling kuat bukanlah orang yang tidak dapat dikalahkan oleh orang lain. Tetapi orang yang paling kuat adalah orang yang dapat menguasai dirinya ketika ia sedang marah."
{HR. Muslim no. 4723}
Imam al-Munawi berkata : “Makna hadits ini: orang kuat (yang sebenarnya) adalah orang yang (mampu) menahan emosinya ketika kemarahannya sedang bergejolak dan dia (mampu) melawan dan menundukkan nafsunya (ketika itu). Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini membawa makna kekuatan yang lahir kepada kekuatan batin. Dan barangsiapa yang mampu mengendalikan dirinya ketika itu maka sungguh dia telah (mampu) mengalahkan musuhnya yang paling kuat dan paling berbahaya (hawa nafsunya).”
Dalam hadits lain dikatakan :
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَعُدُّونَ الصُّرَعَةَ فِيكُمْ قَالُوا الَّذِي لَا يَصْرَعُهُ الرِّجَالُ قَالَ لَا وَلَكِنَّهُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ.
{رواه أبو داود برقم : 4148}
‘ABD ALLAH (B. MAS’UD) REPORTED THE APOSTLE OF ALLAH (MAY PEACE BE UPON HIM) AS SAYING: WHOM DO YOU CONSIDER A WRESTLER AMONG YOU? THE PEOPLE REPLIED: (THE MAN) WHOM THE MEN CANNOT DEFEAT IN WRESTLING. HE SAID: NO, IT IS HE WHO CONTROLS HIMSELF WHEN HE IS ANGRY.
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah. Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awwiyyata. Dari Al A'masy. Dari Ibrahim Al Taimiyyi. Dari Al Harits bin Suwaidin. Dari 'Abdillah, beliau berkata : Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wasallama telah bersabda :
Menurut kalian, siapa yg kalian anggap paling kuat?
para sahabat menjawab, Yaitu orang yg tak terkalahkan dalam adu gulat. Beliau bersabda:
Bukan itu, orang yg kuat adalah orang yg mampu menahan dirinya saat marah.
{HR. Abu Dawud No.4148}.
Imam ath-Thiibi berkata : “(Perbuatan) menahan amarah dipuji (dalam hadits ini) karena menahan amarah berarti menundukkan nafsu yang selalu menyuruh kepada keburukan, oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji mereka dalam firman-Nya,
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
{QS. Ali ‘Imran:134}
Allah Ta’ala berfirman :
وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ على أَلاَّ تَعْدِلُوْا اِعْدِلُوْا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى
“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”
{QS. Al-Maaidah : 8}.
Dahulu ada seorang lelaki yang datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan,
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ، قَالَ:”لا تَغْضَبْ، وَلَكَ الْجَنَّةُ.
{رواه الطبراني في الأوسط برقم : 2411}
Abu Ad-Darda reported: I said, “O Messenger of Allah, tell me about a deed that will enter me into Paradise.” The Messenger of Allah, peace and blessings be upon him, said:
Do not get angry and Paradise is yours.
{Source: Al-Mu’jam Al-Awsat 2411, Grade: Sahih}
“Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.” Maka beliau bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.”
{HR. Thabarani}
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ الشَّافِعِيُّ الْحِمْصِيُّ، ثنا الْقَاسِمُ بْنُ هَاشِمٍ السِّمْسَارُ، ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ قَيْسٍ الضَّبِّيُّ، ثنا سُكَيْنُ بْنُ أَبِي سِرَاجٍ، ثنا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَجُلا جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟ وَأَيُّ الأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ، وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دِينًا، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا، وَلَأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخٍ لِي فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ، يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ، شَهْرًا،
وَمَنْ كَفَّ غَضَبَهُ سَتَرَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ كَظَمَ غَيْظَهُ، وَلَوْ شَاءَ أَنْ يُمْضِيَهُ أَمْضَاهُ، مَلأَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَلْبَهُ أَمْنًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ،
وَمَنْ مَشَى مَعَ أَخِيهِ فِي حَاجَةٍ حَتَّى أَثْبَتَهَا لَهُ، أَثْبَتَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَدَمَهُ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيهِ الأَقْدَامُ ".
{رواه الطبراني في الكبير : 14/ 453، برقم : 13646. وفي الأوسط : 6/ 139، برقم : 6026 أو 6192. وفي الصغير : 2/ 106، برقم : 861}
Ibn Umar reported: The Messenger of Allah, peace and blessings be upon him, said:
وَمَنْ كَفَّ غَضَبَهُ سَتَرَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ كَظَمَ غَيْظَهُ وَلَوْ شَاءَ أَنْ يُمْضِيَهُ أَمْضَاهُ مَلأَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَلْبَهُ أَمْنًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Whoever swallows his anger, then Allah will conceal his faults; and whoever suppresses his rage, even though he could fulfill his anger if he wished, then Allah will secure his heart on the Day of Resurrection.
{At-Tabarani, Mu’jam Al-Awsat, Number 6192, Hasan}
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdirrahmaan Asy-Syaafi’iy Al-Himshiy : Telah menceritakan kepada kami Al-Qaasim bin Haasyim As-Simsaar : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahmaan bin Qais Adl-Dlabbiy : Telah menceritakan kepada kami Sukain bin Abi Siraaj : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Amru bin Diinaar, dari Ibnu ‘Umar : Bahwasannya ada seorang laki-laki yang mendatangi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Ia berkata : “Wahai Rasulullah, manusia apa yang paling dicintai oleh Allah?. Dan amal apa yang paling dicintai oleh Allah ‘azza wa jalla?”. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya, sedangkan amal yang paling dicintai oleh Allah adalah kebahagiaan yang engkau diberikan kepada diri seorang muslim atau engkau menghilangkan kesulitannya atau engkau melunasi hutangnya atau membebaskannya dari kelaparan. Dan sesungguhnya (jika) aku berjalan bersama saudaraku untuk menunaikan satu hajat/keperluan lebih aku sukai daripada aku beri’tikaf di masjid ini, yaitu masjid Madiinah selama sebulan. Dan barangsiapa yang meninggalkan amarahnya, niscaya Allah akan tutup aurat (kesalahan)-nya. Barangsiapa yang menahan amarahnya padahal ia mampu melakukannya, niscaya Allah ‘azza wa jalla akan memenuhi hatinya dengan rasa aman pada hari kiamat. Barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk menunaikan satu keperluan hingga keperluan itu dapat ditunaikan baginya, niscaya Allah ‘azza wa jalla akan mengokohkan kakinya di atas shiraath pada hari dimana banyak kaki yang tergelincir padanya”
{HR. Thabaraniy. Lihat Kitab Al-Mu’jamul-Kabiir : 12/453 no. 13646. Dan Al-Mu’jamul-Ausath : 6/139-140 no. 6026 atau 6192, dan Al-Mu’jamu Al-Shaghiir (Ar-Raudlud-Daaniy) : 2/106 no. 861}.
حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ أَخْزَمَ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ يُونُسَ بْنِ عُبَيْدٍ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ جُرْعَةٍ أَعْظَمُ أَجْرًا عِنْدَ اللَّهِ مِنْ جُرْعَةِ غَيْظٍ كَظَمَهَا عَبْدٌ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ.
{رواه ابن ماجه برقم : 4189}
Ibn Umar reported: The Messenger of Allah, peace and blessings be upon him, said:
There is nothing which is swallowed that has a greater reward with Allah than a servant who swallows his rage, seeking thereby the countenance of Allah.
{Source: Sunan Ibn Majah 4189, Grade: Hasan}
Telah menceritakan kepada kami Zaid bin Akhzam telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Umar telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Yunus bin 'Ubaid dari Al Hasan dari Ibnu Umar dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada tegukan yang lebih besar pahalanya di sisi Allah daripada tegukan amarah yang ditahan dari seorang hamba karena mencari keridlaan Allah."
{HR. Ibnu Majah no. 4189}
حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ هُوَ ابْنُ عَيَّاشٍ عَنْ أَبِي حَصِينٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْ.
{رواه البخاري برقم : 6116}
On the authority of Abu Hurairah, who said : a man said to the prophet :
"Counsel me". He said : " Do not become angry". The man repeated [his request] several times, and he said: "Do not become angry ".
{Narrated by Bukhari no. 6116}
Telah menceritakan kepadaku Yahya bin Yusuf.
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr (beliau adalah Ibnu Abbas). Dari Abi Hashin. Dari Abi Shalih. Dari Abu Hurairah radliyyallaahu 'anhu : Bahwa sesungguhnya ada seorang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallama : “Berilah aku wasiat” (Wahai Rasulallah). Nabi bersabda :
“Janganlah engkau marah”. Orang itu mengulangi berkali-kali permintaannya, nabi pun berkata : “janganlah engkau marah”.
{HR. Imam Bukhari no. 6116}.
كيفيّة السنة يَمْلِكُ آلنَفْسَ عِنْدَ الْغَضَبِ | TATACARA SUNNAH MENAHAN DIRI KETIKA MARAH
Pertama : Membaca Ta’awwudz. Rasulullah bersabda;
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، سَمِعْتُ الأَعْمَشَ، يَقُولُ سَمِعْتُ عَدِيَّ بْنَ ثَابِتٍ، يَقُولُ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ صُرَدٍ، قَالَ اسْتَبَّ رَجُلاَنِ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَجَعَلَ أَحَدُهُمَا يَغْضَبُ وَيَحْمَرُّ وَجْهُهُ فَنَظَرَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ " إِنِّي لأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ ذَا عَنْهُ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ " . فَقَامَ إِلَى الرَّجُلِ رَجُلٌ مِمَّنْ سَمِعَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ أَتَدْرِي مَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم آنِفًا قَالَ " إِنِّي لأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ ذَا عَنْهُ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ " . فَقَالَ لَهُ الرَّجُلُ أَمَجْنُونًا تَرَانِي.
{رواه البخاري ومسلم واللفظ له، برقم :6813}
Sulaiman b. Surad reported that two persons abused each other in the presence of Allah's Apostle (may peace be upon him) and one of them fell into a rage and his face became red. Allah's Apostle (may peace be upon him) saw him and said: I know of a wording; if he were to utter that, he would get out (of the fit of anger) (and the wording is): I seek refuge with Allah from Satan, the accursed. Thereupon, a person went to him who had heard that from Allah's Apostle (may peace be upon him) and said to him: Do you know what Allah's Messenger (may peace be upon him) said? He (the Holy Prophet) said: I know of a wording; if he were to say that, (the fit) would be no more (and the words are): I seek refuge with Allah from Satan, the accursed. And the person said to him: Do you find me mad?
{Muslim no. 6813}
Telah menceritakan kepada kami Nashru bin 'Aliy Al Jahdlomiyyu. Telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, aku telah mendengar dari Al A'masy berkata : Aku telah mendengar 'Adiy bin Tsabit berkata : Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Shurod, beliau berkata : Dua orang laki-laki saling cekcok, dihadapan Nabi shalallaahu 'alaihi wasallama, lalu salah satu diantara keduanya mulai menjadi marah dan merah wajahnya, Nabi shalallaahu 'alaihi wasallama melihatnya, dan beliau bersabda :
”Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu “A’uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim” “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk”.
{HR. Bukhari dan Teks Hadits Riwayat Muslim no. 6813}.
حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ اسْتَبَّ رَجُلَانِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَغَضِبَ أَحَدُهُمَا غَضَبًا شَدِيدًا حَتَّى خُيِّلَ إِلَيَّ أَنَّ أَنْفَهُ يَتَمَزَّعُ مِنْ شِدَّةِ غَضَبِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُهُ مِنْ الْغَضَبِ فَقَالَ مَا هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ قَالَ فَجَعَلَ مُعَاذٌ يَأْمُرُهُ فَأَبَى وَمَحِكَ وَجَعَلَ يَزْدَادُ غَضَبًا.
{رواه أبو داود برقم: 4149، واللفظ له. والترمذي برقم:3374}
Telah menceritakan kepada kami Yusuf bin Musa.
Telah menceritakan kepada kami Jarir bin Abdil Hamid. Dari Abdil Malik bin 'Umair. Dari Abdur Rahman bin Abi Laila. Dari Mu'adz bin Jabal, beliau berkata : Dua orang laki-laki bercekcok dihadapan Nabi shalallaahu 'alaihi wasallama, lalu salah satu dari keduanya kelihatan sangat marah sekali, hingga aku berfikir hidungnya pecah karena marahnya yang memuncak. Nabi shalallaahu 'alaihi wasallama bersabda : Sungguh aku benar-benar tahu sebuah kalimat yang jika dibaca oleh seseorang maka akan hilang kemarahan yang dirasakan. Beliau membaca kalimat itu :
“ALLAAHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MINASY SYAITHAANIR RAJIIM” (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-MU dari godaan setan yangt terkutuk) – Perawi berkata : Mu’adz lantas menyuruh laki-laki itu untuk membaca kalimat tersebut, tetapi ia enggan (tidak mau membacanya), justru bertambahlah marahnya.
{HR. Abu Dawud No.4149 dan Tirmidzi no. 3374}.
Kedua, Berwudlu. Rasulullah bersabda :
حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ خَلَفٍ وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا أَبُو وَائِلٍ الْقَاصُّ قَالَ دَخَلْنَا عَلَى عُرْوَةَ بْنِ مُحَمَّدٍ السَّعْدِيِّ فَكَلَّمَهُ رَجُلٌ فَأَغْضَبَهُ فَقَامَ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ رَجَعَ وَقَدْ تَوَضَّأَ فَقَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي عَطِيَّةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ.
{رواه احمد وابو داود واللفظ له، برقم : 4152 – وأنظر سنن ابو داود -بَاب مَا يُقَالُ عِنْدَ الْغَضَبِ- الجزء : 12 – صفحة : 403)
Atiyyah reported: The Messenger of Allah, peace be and blessings be upon him, said:
Verily, anger comes from Satan and Satan was created from fire, and fire is extinguished with water, so if you become angry then perform ablution with water.
{Source: Sunan Abu Dawud 4152 or 4784, Grade: Hasan}
Telah menceritakan kepada kami Bakar bin Khalaf dan Al Hasan bin 'Aliy Al Ma'na. Keduanya mengatakan : Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Khalid. Telah menceritakan kepada kami Abu Wa'il Al Qaashshu, beliau berkata : Kami menghadap 'Urwah bin Muhammad Al Sa'diy, kemudian seorang laki-laki mengatakan sesuatu padanya, yang membuat beliau ('Urwah bin Muhammad Al Sa'diy) marah, maka beliaupun berdiri berwudlu, lalu kembali dalam keadaan benar-benar sudah berwudlu. Lalu beliau berkata : Telah menceritakan kepadaku Bapakku. Dari Kakekku 'Athiyyah, beliau berkata : Rasulullah shalallaahu 'alaihi wasallama telah bersabda :
“Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah-berwudlulah”.
{H.R. Ahmad. Dan Teks Hadits Riwayat Abu-Dawud no. 4152 atau 4784}.
Ketiga : Duduk. Dalam sebuah hadist: dikatakan:
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي هِنْدٍ عَنْ أَبِي حَرْبِ بْنِ أَبِي الْأَسْوَدِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَنَا إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ.
{رواه احمد وابو داود واللفظ له، برقم : 4151 -وأنظر سنن ابو داود -بَاب مَا يُقَالُ عِنْدَ الْغَضَبِ- الجزء : 12 – صفحة : 502}
Abu Dharr reported: The Messenger of Allah, peace and blessings be upon him, said to us:
If one of you is angry when he is standing, let him sit down so that the anger will leave him, otherwise let him lie down.
{Source: Sunan Abu Dawud 4151 or 4782, Grade: Sahih}
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Hanbal. Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awwiyyata. Telah menceritakan kepada kami Abu Dawud bin Abi Hindin. Dari Abi Harbin bin Abi Al Aswad. Dari Abi Dzarrin, beliau berkata : Sesungguhnya Rasulullah shalallaahu 'alaihi wasallama telah bersabda kepada kami :
“Kalau kalian marah Dalam kondisi berdiri maka duduklah,kalau-tidak-hilang-juga, maka-bertiduranlah”.
{H.R. Ahmad. Dan Teks Hadits Riwayat Abu Dawud no. 4151 atau 4782}
Keempat : Diam. Dalam sebuah hadist dikatakan :
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ، قَالَ : سَمِعْتُ لَيْثًا ، قال : سَمِعْتُ طَاوُسًا يُحَدِّثُ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، أَنَّهُ قَالَ : " عَلِّمُوا ، وَيَسِّرُوا ، وَلَا تُعَسِّرُوا ، وَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ " .
{رواه احمد في مسنده برقم : 2057}
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far. Telah menceritakan kepada kami Syu'batu, beliau berkata : Aku telah mendengar dari Laits, beliau berkata : Aku telah mendengar dari Thowwus, beliau menceritakan dari Ibnu Abbas. Dari Nabi shalallaahu 'alaihi wasallama, sesungguhnya beliau telah bersabda :
“Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah”
{H.R. Ahmad no. 2057}.
Kelima : Bersujud, artinya Shalat Sunnah minimal dua rakaat :
حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى الْقَزَّازُ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدِ بْنِ جُدْعَانَ الْقُرَشِيُّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ
صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا صَلَاةَ الْعَصْرِ بِنَهَارٍ ثُمَّ قَامَ خَطِيبًا فَلَمْ يَدَعْ شَيْئًا يَكُونُ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ إِلَّا أَخْبَرَنَا بِهِ حَفِظَهُ مَنْ حَفِظَهُ وَنَسِيَهُ مَنْ نَسِيَهُ وَكَانَ فِيمَا قَالَ إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَنَاظِرٌ كَيْفَ تَعْمَلُونَ أَلَا فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ وَكَانَ فِيمَا قَالَ أَلَا لَا يَمْنَعَنَّ رَجُلًا هَيْبَةُ النَّاسِ أَنْ يَقُولَ بِحَقٍّ إِذَا عَلِمَهُ قَالَ فَبَكَى أَبُو سَعِيدٍ فَقَالَ قَدْ وَاللَّهِ رَأَيْنَا أَشْيَاءَ فَهِبْنَا فَكَانَ فِيمَا قَالَ أَلَا إِنَّهُ يُنْصَبُ لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقَدْرِ غَدْرَتِهِ وَلَا غَدْرَةَ أَعْظَمُ مِنْ غَدْرَةِ إِمَامِ عَامَّةٍ يُرْكَزُ لِوَاؤُهُ عِنْدَ اسْتِهِ فَكَانَ فِيمَا حَفِظْنَا يَوْمَئِذٍ أَلَا إِنَّ بَنِي آدَمَ خُلِقُوا عَلَى طَبَقَاتٍ شَتَّى فَمِنْهُمْ مَنْ يُولَدُ مُؤْمِنًا وَيَحْيَا مُؤْمِنًا وَيَمُوتُ مُؤْمِنًا وَمِنْهُمْ مَنْ يُولَدُ كَافِرًا وَيَحْيَا كَافِرًا وَيَمُوتُ كَافِرًا وَمِنْهُمْ مَنْ يُولَدُ مُؤْمِنًا وَيَحْيَا مُؤْمِنًا وَيَمُوتُ كَافِرًا وَمِنْهُمْ مَنْ يُولَدُ كَافِرًا وَيَحْيَا كَافِرًا وَيَمُوتُ مُؤْمِنًا أَلَا وَإِنَّ مِنْهُمْ الْبَطِيءَ الْغَضَبِ سَرِيعَ الْفَيْءِ وَمِنْهُمْ سَرِيعُ الْغَضَبِ سَرِيعُ الْفَيْءِ فَتِلْكَ بِتِلْكَ أَلَا وَإِنَّ مِنْهُمْ سَرِيعَ الْغَضَبِ بَطِيءَ الْفَيْءِ أَلَا وَخَيْرُهُمْ بَطِيءُ الْغَضَبِ سَرِيعُ الْفَيْءِ أَلَا وَشَرُّهُمْ سَرِيعُ الْغَضَبِ بَطِيءُ الْفَيْءِ أَلَا وَإِنَّ مِنْهُمْ حَسَنَ الْقَضَاءِ حَسَنَ الطَّلَبِ وَمِنْهُمْ سَيِّئُ الْقَضَاءِ حَسَنُ الطَّلَبِ وَمِنْهُمْ حَسَنُ الْقَضَاءِ سَيِّئُ الطَّلَبِ فَتِلْكَ بِتِلْكَ أَلَا وَإِنَّ مِنْهُمْ السَّيِّئَ الْقَضَاءِ السَّيِّئَ الطَّلَبِ أَلَا وَخَيْرُهُمْ الْحَسَنُ الْقَضَاءِ الْحَسَنُ الطَّلَبِ أَلَا وَشَرُّهُمْ سَيِّئُ الْقَضَاءِ سَيِّئُ الطَّلَبِ أَلَا وَإِنَّ الْغَضَبَ جَمْرَةٌ فِي قَلْبِ ابْنِ آدَمَ أَمَا رَأَيْتُمْ إِلَى حُمْرَةِ عَيْنَيْهِ وَانْتِفَاخِ أَوْدَاجِهِ فَمَنْ أَحَسَّ بِشَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ فَلْيَلْصَقْ بِالْأَرْضِ قَالَ وَجَعَلْنَا نَلْتَفِتُ إِلَى الشَّمْسِ هَلْ بَقِيَ مِنْهَا شَيْءٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا إِنَّهُ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا فِيمَا مَضَى مِنْهَا إِلَّا كَمَا بَقِيَ مِنْ يَوْمِكُمْ هَذَا فِيمَا مَضَى مِنْهُ
قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ حُذَيْفَةَ وَأَبِي مَرْيَمَ وَأَبِي زَيْدِ بْنِ أَخْطَبَ وَالْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ وَذَكَرُوا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَهُمْ بِمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى أَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.
{رواه الترمذي برقم : 2191}
Abu Sa’eed Al-Khudri reported: The Messenger of Allah, peace and blessings be upon him, said:
Verily, anger is a burning ember in the heart of the son of Adam, as you see it in the redness of his eyes and the bulging of his veins. Whoever feels anything like that should lie down on the ground.
{Source: Sunan At-Tirmidhi 2191, Grade: Sahih}
Telah menceritakan kepada kami ‘Imran bin Musa Al Qazzaz Al Bashri telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Zaid bin Jud’an Al Qurasy dari Abu Nadlrah dari Abu Sa’id Al Khudri berkata: Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Salam sholat ashar bersama kami pada suatu hari setelah itu beliau berkhotbah, beliau tidak meninggalkan apa pun yang ada dihadapan hari kiamat melainkan beliau pasti memberitahukannya kepada kami, siapa yang hafal musti hafal dan siapa yang lupa pasti melupakannya. Diantara yang beliau sampaikan: ” dunia manis dan hijau dan Alloh akan menjadikan kalian sebagai pemimpinnya lalu Ia akan memperhatikan apa yang kalian lakukan, ingat, takutlah pada dunia, takutlah pada wanita.” Diantara yang beliau sampaikan: “Ingat, jangan sampai rasa segan pada manusia menghalangi seseorang untuk menyampaikan kebenaran bila ia mengetahuinya.” Abu Sa’id menangis lalu berkata: Demi Alloh, kami telah melihat berbagai hal lalu kami takut dan diantara yang beliau sampaikan: “Ingat, untuk setiap pengkhianat akan ditegakkan bendera baginya pada hari kiamat berdasarkan tingkat pengkhianatannya dan tidak ada pengkhianatan yang lebih besar dari pengkhianatan pemimpin rakyat, benderanya dipusatkan didekat pantatnya.” Diantara yang kami hafal saat itu: “Ingat, anak cucu Adam diciptakan diatas beberapa tingkatan yang banyak, diantara mereka ada yang dilahirkan dalam keadaan mu`min dan mati dalam keadaan mu`min, diantara mereka ada yang terlahir kafir, hidup sebagai orang kafir dan mati dalam keadaan kafir, diantara mereka ada yang terlahir mu`min, hidup sebagai mu`min dan mati dalam keadaan kafir, diantara mereka ada yang terlahir kafir, hidup sebagai orang kafir tapi mati dalam keadaan beriman, ingat, diantara mereka ada yang lamban marah dan cepat sadar, ada juga yang cepat marah dan cepat sadar, maka itu sebagai ganti yang itu, ingat, diantara mereka ada yang cepat marah dan lamban sadar, ingat, yang terbaik dari mereka adalah yang lamban marah tapi cepat sadar, ingat yang terburuk dari mereka adalah yang cepat marah dan lamban sadar, ingat, diantara mereka ada yang menunaikan (hutang) dengan baik dan menagih dengan baik, diantara mereka ada yang menunaikan (hutang) dengan buruk dan menagih dengan buruk, ingat dan yang terbaik dari mereka adalah yang menunaikan (hutang) dengan baik dan menagih dengan baik, ingat, dan yang paling buruk dari mereka adalah yang menunaikan (hutang) dengan buruk dan menagih (hutang) dengan buruk, ingat, marah itu bara api di hati manusia, apa kalian tidak melihat merahnya mata orang marah dan uratnya membengkak. Barangsiapa yang merasakan sesuatu darinya, hendaklah menempel tanah (bersujud).” Berkata Ibnu Mas’ud: Kami lalu melihat matahari, apakah masih ada yang tersisa lalu Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ingatlah, tidaklah tersisa dari dunia dari waktu yang telah berlalu kecuali seperti sisa hari kalian yang masih ada ini dari hari yang telah berlalu.” Berkata Abu Isa: dalam hal ini ada hadits serupa dari Hudzaifah, Abu Maryam, Abu Zaid bin Akhthab dan Al Mughirah bin Syu’bah, mereka menyebutkan bahwa nabi Shallallohu ‘alaihi wa Salam menceritakan apa yang akan terjadi hingga hari kiamat terjadi kepada mereka. hadits ini hasan shahih.
{HR. Tirmidzi no. 2191}.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar